Majalah Gen Q/ Edisi ke 23- Julai 2013.
Wawancara tentang dunia Huffaz professional dan liku-liku perjalanan mendaki bongkah kedoktoran.
Al Fatihah buat Ayahanda.
Allah ampuni dosa kedua orang tuaku dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku.
Tuesday, 18 June 2013
Wednesday, 15 May 2013
Mulianya Pembawa Al Quran
Diceritakan di sini kemuliaan dan kelebihan menjadi seorang penghafaz Al Quran yang ingin hamba riwayatkan dari Kitab Fadhail Hifzul Quran, beberapa kelebihan bagi
setiap mereka yang menghafaz Al Quran yang dijanjikan kemuliaan oleh Allah
s.w.t di dunia dan juga di akhirat.
Fadhail Dunia
1.
Hifzul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang
datang dari Allah.
Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri
terhadap para ahlul Qur'an,
"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara,
menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian
ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar
bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan
diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'"
(HR. Bukhari)
Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat
kenabian,
bezanya ia tidak mendapatkan wahyu, "Barangsiapa yang membaca (hafal)
Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki darjat kenabian, hanya saja
tidak diwahyukan kepadanya." (HR. Hakim)
2.
Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan
kenikmatan bagi penghafalnya.
"Sebaik-baik kalian adalah
yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya" (HR. Bukhari dan
Muslim)
3.
Seorang hafiz Al Qur'an adalah orang yang
mendapatkan Tasyrif Nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW).
Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat
penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang
hafih Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya.
"Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud
kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak
hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan
pemakamannya di liang lahad." (HR. Bukhari)
Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafiz
dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.
Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW
sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul menguji hafalan mereka,
satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada
Shahabi yang paling muda usianya, Baginda bertanya, "Surat apa yang
kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surah ini.. surah ini.. dan surat Al
Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi.
Shahabi menjawab, "Benar."
Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin
delegasi." (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa'i)
Kepada hafiz Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam solat
berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda, "Yang menjadi imam suatu kaum
adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)
4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu "Sebenarnya,
Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi
ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang
zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)
4.
Hafiz Quran adalah keluarga Allah yang berada di
atas bumi.
"Sesungguhnya Allah
mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, "Siapakah
mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an.
Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)
5.
Menghormati seorang hafizh Al Qur'an bererti
mengagungkan Allah.
"Sesungguhnya termasuk
mengagungkan Allah, menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an
yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan
tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang
adil." (HR. Abu Daud)
Fadhail Akhirat
1. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal al-Quran
Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah
SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Quran, sesungguhnya ia akan menjadi
pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)." (HR.
Muslim)
2. Hifzul Quran akan meninggikan darjat manusia di syurga
Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan
dikatakan kepada shahib Al Quran, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan
sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia,sesungguhnya
kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
**Para ulama menjelaskan erti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal
semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan
isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.
3. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat
"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal
ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun
alaih)
4. Bagi para penghafal Al-Quran, kehormatan berupa tajul karamah
(mahkota kemuliaan). Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang
tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka
berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan,
diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan
kirinya. (HR. At-Tabrani)
5. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan.
Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka
dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya
matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak
pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah
ini?" Dijawab,"Kerana kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk
mempelajari Al Qur'an." (HR. Al-Hakim)
6. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan
pahala dari Al Qur'an
Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa,
seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai
menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah.
Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya
satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak
mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu
huruf dan Mim satu huruf."
(HR. At-Tirmidzi)
7. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam
perdagangannya dan tidak akan rugi. "Sesungguhnya orang-orang yang
selalu membaca kitab Allah dan mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian dari
rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan,
mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah
menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari
kurnia-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri."
(QS Faathir 35:29-30)
"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami, dan keluarga kami
sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil
manfaat dari Al Qur'an dan kelazatan mendengar ucapan-Nya,
tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an."
Allah. Untunglah bagi sesiapa yang menghafaz Al Quran, berusaha menghafaz Al Quran mahupun buat mereka yang bercita-cita untuk menghafaz Al Quran walau hanya beberapa surah dari surah-surahnya.
Aamin.
tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an."
Allah. Untunglah bagi sesiapa yang menghafaz Al Quran, berusaha menghafaz Al Quran mahupun buat mereka yang bercita-cita untuk menghafaz Al Quran walau hanya beberapa surah dari surah-surahnya.
Aamin.
Thursday, 11 April 2013
Jantina apakah bulan dan matahari.
Sesekali merenung abjad-abjad dari
Kitab Quran seusai dibaca, kadang kala terbit rasa ingin tahu tentang alam
cakerawala yang melitupi dunia yang kita hamba bernafas dengan udaranya. Rahsia
dan keajaibannya tetap melangkaui zaman kita nusa bangsa walaupun ia diturunkan
sejak lebih 1400 tahun dahulu lagi.
Mutiara Al Quran tidak pernah
memadamkan keterujaan kita hamba untuk terus menyelongkarinya, seperti sejuk
angin malam yang sangat menenangkan jiwa tika menelaahnya. Tadabbur dinihari
pada Surah Yaasin tentang kejadian alam yang diciptakan berpasang-pasangan:
"Maha
suci Allah yang menciptakan berpasang-pasangan semuanya, di antara apa-apa yang
ditumbuhkan dan dari diri mereka sendiri dan dari apa-apa yang tidak mereka
ketahui". (Yaasin: 36)
Bias sinar rembulan yang mencuri
masuk ke kamar kali ini sangat mencipta persoalan, pernahkah kita terfikir jantina apakah bulan dan matahari yang
sering menghiasi wajah dunia. Yang pusingannya menjadikan umur kita semakin
meningkat dari hari ke hari, yang padanya kita mentafsirkan pasang surutnya
lautan. Pernahkah kita sedari pada anehnya dua makhluk terbesar ini?
Mungkin kerana terlalu biasa, kita
manusia hamba kadang-kadang sering melupakan apa yang wujud di hadapan mata.
Persoalan itu membuatkan mata yang kekaburan ini sukar dilelapkan, lalu surah
dan juzu` diselak satu persatu. Bermula dari belakang sehingga ke hadapan,
kerana penceritaan makhluk kebanyakkan berada di juzu dan surah yang
akhir-akhir.
Sehingga tiba di dua ayat pada Surah
An`am, tika Al Quran ini bercerita tentang Baginda Ibrahim alaihi salam mencari
di mana dan apa sebenarnya Tuhan. Di situ wujud bagaimana matahari dan bulan
yang disangka mengawal putaran alam,rupanya terbenam jua apabila sampai waktu
yang diaturkan.
“Kemudian
tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku."
Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku
tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat. "
Kemudian
tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang
lebih besar." Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai
kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (An`aam 77 & 78)
Bila mana Allah menggunakan nama
QAMAR (BULAN), DIA menggantikan sifat bulan yang terbit, Bazighann: iaitu
terbit tanpa Ta` Marbuttah yang membawa pengenalan bagi lelaki. Manakala
diwaktu perkataan AS SYAM(MATAHARI), maka digantikan sifat terbit di situ
Bazigahatan, dengan adanya Ta` Marbutah yang membawa pengenalan sebagai
perempuan.
Mengapa wujud perbezaan kepada dua
nama yang sememangnya boleh ditasrif (kenalpasti) sebagai lelaki apabila tiada
Ta` Marbuttah, tetapi sifat mereka dipecahkan menjadi dua keadaan berbeza.
Sepatutnya nama bagi si Matahari (AS SYAM) juga diguna sifat lelaki, iaitu Bazighan
yang membawa maksud terbit.Bagaimana pula penjelasan dari ayat pertama tadi,
bahawa setiap benda di alam semesta diciptakan berpasangan?
Dengan kudus ilmu yang ada pada hamba
ini, sukar bagi kita untuk mengatakan bahawa Bulan itu jantinanya lelaki, sedang
matahari adalah wanita memandangkan tiada sebarang fakta kukuh yang disokong
dengan alatan canggih lagi moden masa kini. Namun pada tilikan naïf hamba, ilmu
Al Quran sememangnya sudah terbukti melangkaui kecanggihan manusia. Berjuta
lagi rahsia yang menanti untuk kita hamba membongkar ia buat manfaat bersama.
Wednesday, 27 February 2013
Anak Impianku
Anak soleh solehah itu adalah tuaian yang tersangat
istimewa. Betapa ramai yang sudah mencuba dan betapa ramai juga yang
teraba-raba mencari sekelumit harap agar impian menjadi kenyataan. Tiada jalan
mudah atau singkat untuk membimbing seorang anak menjadi seorang manusia yang
mengenal erti dan memahami kehidupan rabbani.
Harus sekali kalian sedar dan bawa ingat, bahawa membentuk anak soleh solehah bukan sahaja di sekolah mahupun di rumah, tetapi seawal mereka dibesarkan di rahim ibunya. Mahu atau tidak, kita harus akur setiap jawapan yang kita cari perlu diikuti dan dipatuhi formulanya. Jawapan mudah, kembali kepada manual asal wujud kita manusia. Al quran.
Harus sekali kalian sedar dan bawa ingat, bahawa membentuk anak soleh solehah bukan sahaja di sekolah mahupun di rumah, tetapi seawal mereka dibesarkan di rahim ibunya. Mahu atau tidak, kita harus akur setiap jawapan yang kita cari perlu diikuti dan dipatuhi formulanya. Jawapan mudah, kembali kepada manual asal wujud kita manusia. Al quran.
Membentuk soleh solehah dengan Al quran adalah impian besar
hampir setiap pasangan yang membina baitul muslim. Semuanya bermimpikan keluarga
soleh solehah yang serba indah. Itulah mimpi semalam yang seharusnya membawa kita
sedar dari lena yang panjang.
Untuk mengharapkan sesuatu tuaian baik, benih yang disemai
haruslah diperbaiki. Ibubapa adalah asas pertama yang harus diberi perhatian,
mana mungkin batang yang bengkok menghasilkan bayang yang lurus melainkan
dengan izin Allah. Dan Allah jualah yang meletakkan sabab dan musabab bahawa
setiap hasil dikadarkan pada ikhtiar dan usaha yang kita lakukan.
Sebelum berfikir bagaimana untuk mendidik anak yang soleh solehah, berfikirlah terlebih dahulu bagaimana untuk mendidik diri dan pasangan bagaimana untuk menjadi hamba yang soleh solehah. Setiap orang adalah anak kepada seseorang, maka tunaikanlah setiap kewajipan dan hak kita sebagaimana kita menginginkan dilayani oleh seorang anak.
Pesanan ini bukan untuk anak-anakmu, bahkan ia ditujukan khas buatmu. Bahawa anak soleh solehah yang diimpikan. Itulah kita. Impian ayah bonda.
Sebelum berfikir bagaimana untuk mendidik anak yang soleh solehah, berfikirlah terlebih dahulu bagaimana untuk mendidik diri dan pasangan bagaimana untuk menjadi hamba yang soleh solehah. Setiap orang adalah anak kepada seseorang, maka tunaikanlah setiap kewajipan dan hak kita sebagaimana kita menginginkan dilayani oleh seorang anak.
Pesanan ini bukan untuk anak-anakmu, bahkan ia ditujukan khas buatmu. Bahawa anak soleh solehah yang diimpikan. Itulah kita. Impian ayah bonda.
Thursday, 14 February 2013
Teknik 7 @ 21 @ 40
Antara banyak-banyak cara menghafal, cara ini paling
oldskool dan terbaik. Walaupun cara ini sebenarnya adalah teknik hafalan bagi
mereka yang baru berkenalan dengan Al Quran. Cara paling asas dan paling mudah.
Teknik menghafal 7 @ 21 @ 40 sebenarnya simple dan mudah,
sesuai untuk kebanyakan orang dan usia. Sebenarnya cara ini adalah terbalik
yang hamba perolehi dari abang-abang senior waktu mula-mula mengenal kaedah
menghafaz Al Quran. Teknik yang asas ini perlu difahami dengan teliti, sebelum
diamalkan dan dijadikan tabiat hafalan:
Pertama: Baca mukasurat yang akan dihafal dengan melihat Al
Quran. Pastikan semua tajwid sudah diikuti dengan betul, baca sebanyak 40 kali.
Baca dan lihat Al Quran dengan focus, perhatikan setiap nombor ayat, kedudukan
ayat, baris dan huruf ayat tersebut.
Kedua: Mulakan menghafal mukasurat tadi dengan menghafal ½ mukasurat
sebanyak 21 kali. Fokuskan betul-betul ingatan hanya pada ½ yang pertama
sebelum beralih ke ½ yang kedua. Jangan beralih sekiranya masih belum cukup 21
kali bacaan walaupun kita sudah berjaya mengingati ½ yang pertama.
Ketiga: Hafal keseluruhan muka surat tersebut dengan mencamtumkan
ingatan pada ½ yang pertama dan ½ yang kedua sebanyak 7 kali. Kali ini
perhatikan makna dan maksud ayat untuk memudahkan kita menyambung keseluruhan
hafalan. Hafal dengan tenang, tidak perlu tergopoh gapah. Hafal dan fahami
betul-betul makna muka surat tadi seolah-olah ia dituju khusus kepada kita.
Kebanyakan ayat Al Quran adalah berkenaan dengan
cerita..tentang ummat terdahulu, peristiwa lepas dan akan datang. Jika kita
berjaya menghafal makna setiap perkataan Al Quran tadi, insya Allah kita dengan
mudah dapat menyambung ayat-ayat seterusnya kerana kita sebenarnya menghafal
bait-bait cerita dari Al Quran.
Tuesday, 5 February 2013
Abjad Hidupku
Assalamualaikum wbt… Bismillahi wa Allahu Akbar.
Tiada kata selain syukur. Tiada rahmat lebih indah selain
hidayah dan sabar.
Segala puji bagi Tuhan Sekian Alam, pada setiap sedutan dan
hembusan nafas yang tidak terbilang. Segala puji bagi Rabb Yang Maha Penyayang,
pada setiap aliran darah yang mengalir tanpa halangan. Dan segala puji bagi
Ilah Yang Tiada Selayaknya di sembah melainkan DIA, Allahu Rabbul Alamin. Maha
Suci Tuhanku Yang Agung.
Tiada ucapan lebih mulia melainkan ucapan Terima Kasih. Terima
kasih tidak terhingga pada bonda dan ayahanda yang tercinta, Hajah Aminah Abd
Rahman dan Allahyarham ayahanda Ust. Hj Wan Daud Wan Jusoh, tanpa mengira penat
menghulur keringat dan semangat pada anakanda ini yang sentiasa merengek
kelemahan. Terima kasih pada kakanda-kakandaku, kalian teladan hebat dalam
hidup hamba. Menunjuk tanpa penat, membimbing penuh erat.
Dan pada guru dan murabbi budiman, yang mengajar dan menyuap
tanpa jemu abjad-abjad kehidupan. Dari bilangan batu sehingga ke butir-butir
bintang, mengenal hamba pada erti impian dan kenyataan. Terima kasih tidak
terhingga. Dan pada teman, rakan dan taulan. Terima kasih kerana mewarnakan
kehidupan kusam hamba menjadi cemerlang. Pada yang mengirim semangat tanpa
penat, yang melagukan tarbiah akbar, dan yang menunjuk jalan iktibar..kalian
antara sumber inspirasi perjalanan ini terus maju walau sesekali rebah juga ke
bumi. Terima kasih semuanya.
Hari ini hamba membilang tangga pencapaian, menyusur butir
peluh perjuangan yang luruh. Allah, terima kasih. Menjadi yang paling junior
dari 6 beradik (2013) kelahiran Maahad Tahfiz Al Quran Wal Qiraat Pulai
Chondong, Kelantan yang menyisir lautan kedoktoran, sebuah bumi tarbiah paling
berjasa. Ketika 4 senior menyambung langkah di bidang agama Hadis & Qiraat,
hamba termuda di antara dua yang menyusun tatihan membawa misi Al Quran ke
dunia kedoktoran (PhD) ke daerah professional (engineering, logistic &
planning) sewaktu usia masih 24tahun.
Manusia akan ada waktu ‘luput’nya, ingatan akan hilang
akhirnya. Yang tinggal cuma nama, kekal di sebut baik atau buruknya. Sekecil
ilmu yang bermanfaat, buahnya meranum hingga kiamat. Dalam satu tujuan, moga
ilmu dan perkongsian ini memberi manfaat buat teman dan adik-adik generasi di
belakang. Juga pada ibu bapa yang mencari formula sebenar kejayaan, susurilah
tulisan ini sehingga ke hujung tinta. Kerana apa yang hamba kongsikan ini bukan
sekali khayalan atau rekaan, ia adalah catatan perjalanan seorang Ibad menuju
Ar Rahman dalam sisa istiqamah dan mujahadah dalam usaha mengimbangi Al Quran.
Allah, tidak pernah kukatakan perjalanan ini mudah. Tidak
pernah kubicarakan laluannya singkat. Dan tidak pernah kupinta agar diringankan
beban, cuma dalam satu rintihan. Allah, sabarkan hambaMu ini memikul misi
perjuangan sehingga ke nafas terakhir. Sabarkan mata yang sedang pecah
empangannya, sabarkan hati yang mengeluh kepenatan, sabarkan jiwa yang meronta ingin
kebebasan dan sabarkan seluruh nadiku agar tidak berhenti dari berkorban demi
ummat ini.
Allah,
sabarkanlah aku.
Wan Muhd
Safwan
Pelajar Kedoktoran
(PhD) 2013, Malaysia.
Thursday, 24 January 2013
Masam Manis Hamilul Quran
Serasanya mana-mana Hafiz/Hafizah yang di luar sana
menghadapi masalah yang sama, masalah yang sama hamba hadapi di sini.
Mengekalkan ingatan dan hafazan bukan tugas mudah, itulah kesukaran..itu
jugalah cabaran..tetapi itu juga merupakan satu tanggungjawab.
Pesan murabbi, yang paling manis dalam menghafaz Al Quran
bukan sebanyak mana yang kita ingat atau secepat mana kita menghafaz dari juzu-
juzu’ mahupun surah ke surah. Yang paling manis adalah apabila kita terlupa
pada sebahagian hafalan yang ada dan kita berjaya mengingatinya kembali. Itulah
saat paling manis dalam menghafaz dan menjaga hafalan.
Sepanjang pengalaman, ada 3 situasi yang biasa dihadapi
dalam menjaga hafalan. Setiap situasi memerlukan rawatan yang berbeza, kekerapan
murajaah juga berbeza mengikut keadaan.
Pertama, mengingati ayat tetapi terlupa susunan. Masalah ini
adalah biasa berlaku pada surah-surah yang mempunyai ayat-ayat pendek tetapi
hujungnya berulang seperti surah Al Qamar di juzu’ pengakhiran.
Kedua, hanya mengingati sebahagian ayat tanpa mampu
menyudahkan ayat tersebut. Biasanya berlaku pada ayat-ayat yang panjang seperti
ayat hutang di Surah Baqarah dan sewaktu dengannya. Adapun masalah seperti ini
sebenarnya akan berlaku ke semua tempat dalam hafalan sekiranya murajaah tidak
dilakukan dengan kerap dan sempurna.
Ketiga, peringkat paling kritikal apabila kita gagal
mengingati sepenuhnya ayat-ayat tersebut, gagal menyambung bahagian ayat dan
gagal mengingati kedudukannya di dalam Al Quran. Kata murabbi, ini musibah dan
kegagalan paling besar bagi seorang Hafiz/Hafizah. Jika mengalami masalah
ingatan peringkat ini hanya pada sebahagian kecil ia masih boleh diterima,
namun jika masalah ini dihadapi hampir keseluruh ingatan..itu tandanya kita
sudah kehilangan keberkatan hidup paling besar.
Antara butir pesan murabbi-murabbi sewaktu di bumi tarbiah,
Al Quran ibarat nyawa bagi Hafiz/Hafizah. Hilangnya Al Quran bererti hilanglah
roh dan kehidupan seorang muslim yang diamanahkan mukjizat paling agung.
Hilangnya hafalan bukanlah masalah besar, tetapi hilangnya usaha untuk murajaah
dan menjaga hafalan adalah sebesar-besar bala dan musibah dalam kehidupan.
Kita
tidak akan ditanya berapa banyak hafalan yang ada, tetapi kita akan ditanya
berapa banyak usaha yang kita lakukan untuk menjaga hafalan dan memahami
isinya.



















































