Follower Links

ILuvIslam.

I Luv Islam.

Al Quran

Andai pernah kau genggam, jangan sekali kau lepaskan.

Majalah Gen Q/ Edisi ke 23- Julai 2013.

Wawancara tentang dunia Huffaz professional dan liku-liku perjalanan mendaki bongkah kedoktoran.

Al Fatihah buat Ayahanda.

Allah ampuni dosa kedua orang tuaku dan kasihilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku.

Ibnu Sabil.

Bersiaplah dengan ilmu untuk peperangan kejahilan yang tidak berkesudahan.

Life without Quran.

Is like a ship without a COMPASS.

Dakwah adalah cinta.

Dan cinta akan menuntut semuanya dari dirimu.

Bacalah!

Bacalah dengan nama Tuhanmu.

Kata-kata Imam Syafie.

Sebaik ilmu adalah Al Quran.

Sampaikan yang benar.

Berkatalah walaupun pahit.

Sailing a LIFE.

It's OK not to be PERFECT.

Wednesday, 15 May 2013

Mulianya Pembawa Al Quran

Diceritakan di sini kemuliaan dan kelebihan menjadi seorang penghafaz Al Quran yang ingin hamba riwayatkan dari Kitab Fadhail Hifzul Quran, beberapa kelebihan bagi setiap mereka yang menghafaz Al Quran yang dijanjikan kemuliaan oleh Allah s.w.t di dunia dan juga di akhirat.

Fadhail Dunia

1.       Hifzul Qur'an merupakan nikmat rabbani yang datang dari Allah.
 Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur'an,
"Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur'an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, 'Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'" 
(HR. Bukhari)

Bahkan nikmat mampu menghafal Al Qur'an sama dengan nikmat kenabian, 
bezanya ia tidak mendapatkan wahyu, "Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Qur'an, maka sungguh dirinya telah menaiki darjat kenabian,  hanya saja tidak diwahyukan kepadanya."  (HR. Hakim)

2.       Al Qur'an menjanjikan kebaikan, berkah, dan kenikmatan bagi penghafalnya.
 "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya"  (HR. Bukhari dan Muslim)

3.       Seorang hafiz Al Qur'an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif Nabawi (penghargaan khusus dari Nabi SAW).
Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur'an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafih Al Qur'an. Rasul mendahulukan pemakamannya.

"Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, "Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Qur'an, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahad." (HR. Bukhari)
Pada kesempatan lain, Nabi SAW memberikan amanat pada para hafiz dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi.

Dari Abu Hurairah ia berkata, "Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul menguji hafalan mereka, satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, Baginda bertanya, "Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,"Aku hafal surah ini.. surah ini.. dan surat Al Baqarah." Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?" Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, "Benar." 
Nabi bersabda, "Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi."  (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa'i)

Kepada hafiz Al Qur'an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam solat berjama'ah. Rasulullah SAW bersabda, "Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya." (HR. Muslim)


4. Hifzhul Qur'an merupakan ciri orang yang diberi ilmu "Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabuut 29:49)

4.       Hafiz Quran adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi.
 "Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya,  "Siapakah mereka ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "Para ahli Al Qur'an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya." (HR. Ahmad)

5.       Menghormati seorang hafizh Al Qur'an bererti mengagungkan Allah.
 "Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah, menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur'an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil." (HR. Abu Daud)

Fadhail Akhirat

1. Al Qur'an akan menjadi penolong (syafa'at) bagi penghafal al-Quran
Dari Abi Umamah ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Bacalah olehmu Al Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa'at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)." (HR. Muslim)

2. Hifzul Quran akan meninggikan darjat manusia di syurga
Dari Abdillah bin Amr bin 'Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Akan dikatakan kepada shahib Al Quran, "Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur'an di dunia,sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

**Para ulama menjelaskan erti shahib Al Qur'an adalah orang yang hafal semuanya atau sebagiannya, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya dan berakhlak sesuai dengan tuntunannya.

3. Para penghafal Al Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat
"Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur'an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat." (Muttafaqun alaih)

4. Bagi para penghafal Al-Quran, kehormatan berupa tajul karamah (mahkota kemuliaan). Mereka akan dipanggil, "Di mana orang-orang yang tidak terlena oleh menggembala kambing dari membaca kitabku?" Maka berdirilah mereka dan dipakaikan kepada salah seorang mereka mahkota kemuliaan, diberikan kepadanya kesuksesan dengan tangan kanan dan kekekalan dengan tangan kirinya. (HR. At-Tabrani)

5. Kedua orang tua penghafal Al Qur'an mendapat kemuliaan.
Siapa yang membaca Al Qur'an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, "Mengapa kami dipakaikan jubah ini?" Dijawab,"Kerana kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur'an."  (HR. Al-Hakim)

6. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang paling banyak mendapatkan pahala dari Al Qur'an
Untuk sampai tingkat hafal terus menerus tanpa ada yang lupa, seseorang memerlukan pengulangan yang banyak, baik ketika sedang atau selesai menghafal. Dan begitulah sepanjang hayatnya sampai bertemu dengan Allah. Sedangkan pahala yang dijanjikan Allah adalah dari setiap hurufnya.

"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf." 
(HR. At-Tirmidzi)

7. Penghafal Al Qur'an adalah orang yang akan mendapatkan untung dalam perdagangannya dan tidak akan rugi. "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan solat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari kurnia-Nya. 
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." 
(QS Faathir 35:29-30)

"Ya Allah, jadikan kami, anak-anak kami,  dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur'an, jadikan kami orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari Al Qur'an dan kelazatan mendengar ucapan-Nya,
 tunduk kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang ada di dalamnya, dan jadikan kami orang-orang yang beruntung ketika selesai khatam Al Qur'an."

Allah. Untunglah bagi sesiapa yang menghafaz Al Quran, berusaha menghafaz Al Quran mahupun buat mereka yang bercita-cita untuk menghafaz Al Quran walau hanya beberapa surah dari surah-surahnya.
Aamin.

Thursday, 11 April 2013

Jantina apakah bulan dan matahari.

Sesekali merenung abjad-abjad dari Kitab Quran seusai dibaca, kadang kala terbit rasa ingin tahu tentang alam cakerawala yang melitupi dunia yang kita hamba bernafas dengan udaranya. Rahsia dan keajaibannya tetap melangkaui zaman kita nusa bangsa walaupun ia diturunkan sejak lebih 1400 tahun  dahulu lagi.

Mutiara Al Quran tidak pernah memadamkan keterujaan kita hamba untuk terus menyelongkarinya, seperti sejuk angin malam yang sangat menenangkan jiwa tika menelaahnya. Tadabbur dinihari pada Surah Yaasin tentang kejadian alam yang diciptakan berpasang-pasangan:

"Maha suci Allah yang menciptakan berpasang-pasangan semuanya, di antara apa-apa yang ditumbuhkan dan dari diri mereka sendiri dan dari apa-apa yang tidak mereka ketahui". (Yaasin: 36)

Bias sinar rembulan yang mencuri masuk ke kamar kali ini sangat mencipta persoalan, pernahkah kita terfikir jantina apakah bulan dan matahari yang sering menghiasi wajah dunia. Yang pusingannya menjadikan umur kita semakin meningkat dari hari ke hari, yang padanya kita mentafsirkan pasang surutnya lautan. Pernahkah kita sedari pada anehnya dua makhluk terbesar ini?



Mungkin kerana terlalu biasa, kita manusia hamba kadang-kadang sering melupakan apa yang wujud di hadapan mata. Persoalan itu membuatkan mata yang kekaburan ini sukar dilelapkan, lalu surah dan juzu` diselak satu persatu. Bermula dari belakang sehingga ke hadapan, kerana penceritaan makhluk kebanyakkan berada di juzu dan surah yang akhir-akhir.

Sehingga tiba di dua ayat pada Surah An`am, tika Al Quran ini bercerita tentang Baginda Ibrahim alaihi salam mencari di mana dan apa sebenarnya Tuhan. Di situ wujud bagaimana matahari dan bulan yang disangka mengawal putaran alam,rupanya terbenam jua apabila sampai waktu yang diaturkan. 

“Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku." Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat. "


Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar." Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (An`aam 77 & 78)

Bila mana Allah menggunakan nama QAMAR (BULAN), DIA menggantikan sifat bulan yang terbit, Bazighann: iaitu terbit tanpa Ta` Marbuttah yang membawa pengenalan bagi lelaki. Manakala diwaktu perkataan AS SYAM(MATAHARI), maka digantikan sifat terbit di situ Bazigahatan, dengan adanya Ta` Marbutah yang membawa pengenalan sebagai perempuan.

Mengapa wujud perbezaan kepada dua nama yang sememangnya boleh ditasrif (kenalpasti) sebagai lelaki apabila tiada Ta` Marbuttah, tetapi sifat mereka dipecahkan menjadi dua keadaan berbeza. Sepatutnya nama bagi si Matahari (AS SYAM) juga diguna sifat lelaki, iaitu Bazighan yang membawa maksud terbit.Bagaimana pula penjelasan dari ayat pertama tadi, bahawa setiap benda di alam semesta diciptakan berpasangan?


Dengan kudus ilmu yang ada pada hamba ini, sukar bagi kita untuk mengatakan bahawa Bulan itu jantinanya lelaki, sedang matahari adalah wanita memandangkan tiada sebarang fakta kukuh yang disokong dengan alatan canggih lagi moden masa kini. Namun pada tilikan naïf hamba, ilmu Al Quran sememangnya sudah terbukti melangkaui kecanggihan manusia. Berjuta lagi rahsia yang menanti untuk kita hamba membongkar ia buat manfaat bersama.

Wednesday, 27 February 2013

Anak Impianku

Anak soleh solehah itu adalah tuaian yang tersangat istimewa. Betapa ramai yang sudah mencuba dan betapa ramai juga yang teraba-raba mencari sekelumit harap agar impian menjadi kenyataan. Tiada jalan mudah atau singkat untuk membimbing seorang anak menjadi seorang manusia yang mengenal erti dan memahami kehidupan rabbani.

Harus sekali kalian sedar dan bawa ingat, bahawa membentuk anak soleh solehah bukan sahaja di sekolah mahupun di rumah, tetapi seawal mereka dibesarkan di rahim ibunya. Mahu atau tidak, kita harus akur setiap jawapan yang kita cari perlu diikuti dan dipatuhi formulanya. Jawapan mudah, kembali kepada manual asal wujud kita manusia. Al quran.

Membentuk soleh solehah dengan Al quran adalah impian besar hampir setiap pasangan yang membina baitul muslim. Semuanya bermimpikan keluarga soleh solehah yang serba indah. Itulah mimpi semalam yang seharusnya membawa kita sedar dari lena yang panjang.
Untuk mengharapkan sesuatu tuaian baik, benih yang disemai haruslah diperbaiki. Ibubapa adalah asas pertama yang harus diberi perhatian, mana mungkin batang yang bengkok menghasilkan bayang yang lurus melainkan dengan izin Allah. Dan Allah jualah yang meletakkan sabab dan musabab bahawa setiap hasil dikadarkan pada ikhtiar dan usaha yang kita lakukan.

Sebelum berfikir bagaimana untuk mendidik anak yang soleh solehah, berfikirlah terlebih dahulu bagaimana untuk mendidik diri dan pasangan bagaimana untuk menjadi hamba yang soleh solehah. Setiap orang adalah anak kepada seseorang, maka tunaikanlah setiap kewajipan dan hak kita sebagaimana kita menginginkan dilayani oleh seorang anak.

Pesanan ini bukan untuk anak-anakmu, bahkan ia ditujukan khas buatmu. Bahawa anak soleh solehah yang diimpikan. Itulah kita. Impian ayah bonda.

Thursday, 14 February 2013

Teknik 7 @ 21 @ 40

Antara banyak-banyak cara menghafal, cara ini paling oldskool dan terbaik. Walaupun cara ini sebenarnya adalah teknik hafalan bagi mereka yang baru berkenalan dengan Al Quran. Cara paling asas dan paling mudah.

Teknik menghafal 7 @ 21 @ 40 sebenarnya simple dan mudah, sesuai untuk kebanyakan orang dan usia. Sebenarnya cara ini adalah terbalik yang hamba perolehi dari abang-abang senior waktu mula-mula mengenal kaedah menghafaz Al Quran. Teknik yang asas ini perlu difahami dengan teliti, sebelum diamalkan dan dijadikan tabiat hafalan:

Pertama: Baca mukasurat yang akan dihafal dengan melihat Al Quran. Pastikan semua tajwid sudah diikuti dengan betul, baca sebanyak 40 kali. Baca dan lihat Al Quran dengan focus, perhatikan setiap nombor ayat, kedudukan ayat, baris dan huruf ayat tersebut.

Kedua: Mulakan menghafal mukasurat tadi dengan menghafal ½ mukasurat sebanyak 21 kali. Fokuskan betul-betul ingatan hanya pada ½ yang pertama sebelum beralih ke ½ yang kedua. Jangan beralih sekiranya masih belum cukup 21 kali bacaan walaupun kita sudah berjaya mengingati ½ yang pertama.

Ketiga: Hafal keseluruhan muka surat tersebut dengan mencamtumkan ingatan pada ½ yang pertama dan ½ yang kedua sebanyak 7 kali. Kali ini perhatikan makna dan maksud ayat untuk memudahkan kita menyambung keseluruhan hafalan. Hafal dengan tenang, tidak perlu tergopoh gapah. Hafal dan fahami betul-betul makna muka surat tadi seolah-olah ia dituju khusus kepada kita.

Kebanyakan ayat Al Quran adalah berkenaan dengan cerita..tentang ummat terdahulu, peristiwa lepas dan akan datang. Jika kita berjaya menghafal makna setiap perkataan Al Quran tadi, insya Allah kita dengan mudah dapat menyambung ayat-ayat seterusnya kerana kita sebenarnya menghafal bait-bait cerita dari Al Quran.

Tuesday, 5 February 2013

Abjad Hidupku

Assalamualaikum wbt… Bismillahi wa Allahu Akbar.

Tiada kata selain syukur. Tiada rahmat lebih indah selain hidayah dan sabar.
Segala puji bagi Tuhan Sekian Alam, pada setiap sedutan dan hembusan nafas yang tidak terbilang. Segala puji bagi Rabb Yang Maha Penyayang, pada setiap aliran darah yang mengalir tanpa halangan. Dan segala puji bagi Ilah Yang Tiada Selayaknya di sembah melainkan DIA, Allahu Rabbul Alamin. Maha Suci Tuhanku Yang Agung. 

Tiada ucapan lebih mulia melainkan ucapan Terima Kasih. Terima kasih tidak terhingga pada bonda dan ayahanda yang tercinta, Hajah Aminah Abd Rahman dan Allahyarham ayahanda Ust. Hj Wan Daud Wan Jusoh, tanpa mengira penat menghulur keringat dan semangat pada anakanda ini yang sentiasa merengek kelemahan. Terima kasih pada kakanda-kakandaku, kalian teladan hebat dalam hidup hamba. Menunjuk tanpa penat, membimbing penuh erat.
  
Dan pada guru dan murabbi budiman, yang mengajar dan menyuap tanpa jemu abjad-abjad kehidupan. Dari bilangan batu sehingga ke butir-butir bintang, mengenal hamba pada erti impian dan kenyataan. Terima kasih tidak terhingga. Dan pada teman, rakan dan taulan. Terima kasih kerana mewarnakan kehidupan kusam hamba menjadi cemerlang. Pada yang mengirim semangat tanpa penat, yang melagukan tarbiah akbar, dan yang menunjuk jalan iktibar..kalian antara sumber inspirasi perjalanan ini terus maju walau sesekali rebah juga ke bumi. Terima kasih semuanya.

Hari ini hamba membilang tangga pencapaian, menyusur butir peluh perjuangan yang luruh. Allah, terima kasih. Menjadi yang paling junior dari 6 beradik (2013) kelahiran Maahad Tahfiz Al Quran Wal Qiraat Pulai Chondong, Kelantan yang menyisir lautan kedoktoran, sebuah bumi tarbiah paling berjasa. Ketika 4 senior menyambung langkah di bidang agama Hadis & Qiraat, hamba termuda di antara dua yang menyusun tatihan membawa misi Al Quran ke dunia kedoktoran (PhD) ke daerah professional (engineering, logistic & planning) sewaktu usia masih 24tahun.

Manusia akan ada waktu ‘luput’nya, ingatan akan hilang akhirnya. Yang tinggal cuma nama, kekal di sebut baik atau buruknya. Sekecil ilmu yang bermanfaat, buahnya meranum hingga kiamat. Dalam satu tujuan, moga ilmu dan perkongsian ini memberi manfaat buat teman dan adik-adik generasi di belakang. Juga pada ibu bapa yang mencari formula sebenar kejayaan, susurilah tulisan ini sehingga ke hujung tinta. Kerana apa yang hamba kongsikan ini bukan sekali khayalan atau rekaan, ia adalah catatan perjalanan seorang Ibad menuju Ar Rahman dalam sisa istiqamah dan mujahadah dalam usaha mengimbangi Al Quran. 

Allah, tidak pernah kukatakan perjalanan ini mudah. Tidak pernah kubicarakan laluannya singkat. Dan tidak pernah kupinta agar diringankan beban, cuma dalam satu rintihan. Allah, sabarkan hambaMu ini memikul misi perjuangan sehingga ke nafas terakhir. Sabarkan mata yang sedang pecah empangannya, sabarkan hati yang mengeluh kepenatan, sabarkan jiwa yang meronta ingin kebebasan dan sabarkan seluruh nadiku agar tidak berhenti dari berkorban demi ummat ini.

Allah, sabarkanlah aku.

Wan Muhd Safwan
Pelajar Kedoktoran (PhD) 2013, Malaysia.

Thursday, 24 January 2013

Masam Manis Hamilul Quran

Serasanya mana-mana Hafiz/Hafizah yang di luar sana menghadapi masalah yang sama, masalah yang sama hamba hadapi di sini. Mengekalkan ingatan dan hafazan bukan tugas mudah, itulah kesukaran..itu jugalah cabaran..tetapi itu juga merupakan satu tanggungjawab.

Pesan murabbi, yang paling manis dalam menghafaz Al Quran bukan sebanyak mana yang kita ingat atau secepat mana kita menghafaz dari juzu- juzu’ mahupun surah ke surah. Yang paling manis adalah apabila kita terlupa pada sebahagian hafalan yang ada dan kita berjaya mengingatinya kembali. Itulah saat paling manis dalam menghafaz dan menjaga hafalan.

Sepanjang pengalaman, ada 3 situasi yang biasa dihadapi dalam menjaga hafalan. Setiap situasi memerlukan rawatan yang berbeza, kekerapan murajaah juga berbeza mengikut keadaan.
Pertama, mengingati ayat tetapi terlupa susunan. Masalah ini adalah biasa berlaku pada surah-surah yang mempunyai ayat-ayat pendek tetapi hujungnya berulang seperti surah Al Qamar di juzu’ pengakhiran. 

Kedua, hanya mengingati sebahagian ayat tanpa mampu menyudahkan ayat tersebut. Biasanya berlaku pada ayat-ayat yang panjang seperti ayat hutang di Surah Baqarah dan sewaktu dengannya. Adapun masalah seperti ini sebenarnya akan berlaku ke semua tempat dalam hafalan sekiranya murajaah tidak dilakukan dengan kerap dan sempurna.

Ketiga, peringkat paling kritikal apabila kita gagal mengingati sepenuhnya ayat-ayat tersebut, gagal menyambung bahagian ayat dan gagal mengingati kedudukannya di dalam Al Quran. Kata murabbi, ini musibah dan kegagalan paling besar bagi seorang Hafiz/Hafizah. Jika mengalami masalah ingatan peringkat ini hanya pada sebahagian kecil ia masih boleh diterima, namun jika masalah ini dihadapi hampir keseluruh ingatan..itu tandanya kita sudah kehilangan keberkatan hidup paling besar.

Antara butir pesan murabbi-murabbi sewaktu di bumi tarbiah, Al Quran ibarat nyawa bagi Hafiz/Hafizah. Hilangnya Al Quran bererti hilanglah roh dan kehidupan seorang muslim yang diamanahkan mukjizat paling agung. Hilangnya hafalan bukanlah masalah besar, tetapi hilangnya usaha untuk murajaah dan menjaga hafalan adalah sebesar-besar bala dan musibah dalam kehidupan. 

Kita tidak akan ditanya berapa banyak hafalan yang ada, tetapi kita akan ditanya berapa banyak usaha yang kita lakukan untuk menjaga hafalan dan memahami isinya.

Friday, 20 July 2012

gerilla
















Share Blog Ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites